Jumat, 21 Desember 2007

Ketika Cinta Bertasbih (Eps. 2)


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

"Novel Ketika Cinta Bertasbih ini seolah menjadi setitik cahaya di tengah rasa pesimisme anak muda negeri ini untuk teguh memegang prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan mereka. Dengan bahasa yang lembut dan memikat, penulis mengajak kita semua untuk banyak merenung, dan kembali melihat betapa indahnya hidup dalam naungan AI-Qur'an."
(DR. FAIZAH ALI SIBROMALISI, M.A., Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

"Jika Anda ingin membaca novel cinta berliku yang memotivasi dan mendidik ya dwilogi Ketika Cinta Bertasbih inilah novelnya. Ini sungguh novel bergizi yang sangat menyentuh jiwa. Saya merekomendasikannya sebagai salah satu referensi sastra mendidik yang harus dibaca oleh generasi muda. Serius!"
(USWATUN HASANAH, S.Pd, Guru Sastra dan Bahasa Indonesia SMAN 1 Salatiga)

"Ini novel cinta sekaligus novel dakwah yang mencerdaskan dan sarat hikmah. Sangat membanggakan bahwa dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini lahir dari jari-jari emas sastrawan muda Indonesia yang begitu mencintai bangsa dan agamanya! Strong recommended untuk diapresiasi!"
(M. JUNAIDI, S.H., M.A. Dosen STIKES Aisyiyah Surakarta)

"Inilah novel motivasi yang mencerahkan. Luar biasa! Isinya saya rasakan begitu kuat memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri, untuk tidak rnenyerah, untuk terus maju meraih anugerah Allah."
(SARWEDI HASIBUAN, Mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya, Kuala Lumpur)

"Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini tidak sekadar novel romantis, ini juga novel fikih yang ditulis dalam alur cerita yang tak mudah ditebak. Kangabik melakukan terobosan-terobosan baru menjelaskan kaidah-kaidah fikih melalui novel. Salut!"
(K.H. MIFDHAL MUTHAHHAR, LC, Ketua IKADI dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al Hikmah, Boyolali)

Tidak ada komentar: