Rabu, 26 Desember 2007

Angels and Demons


Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

Robert Langdon, simbologis Harvard tersohor, tidak pernah menyangka kalau satu hari dalam hidupnya akan dipenuhi oleh terlalu banyak kejutan. Kalau hanya melihat ambigram yang bertuliskan nama kelompok persaudaraan Illuminati, mungkin itu bukan masalah besar. Tapi melihatnya tercap di dada lima lelaki yang terbunuh pada hari yang sama? Jauh sebelum memecahkan Kode Da Vinci, Robert Langdon diminta oleh sebuah institusi penelitian di Swiss untuk menganalisis simbol penuh teka-teki yang tercap di dada seorang ahli fisika yang tewas terbunuh. Apa yang ditemukannya sungguh di luar dugaan: dendam mematikan terhadap Gereja Katolik dari sebuah persaudaraan kuno yang sudah berlangsung selama berabad-abad—Illuminati. Terdorong untuk menyelamatkan Vatikan dari bom waktu yang berdaya ledak besar, Langdon membantu pasukan penjaga paling setia di dunia bersama dengan seorang ilmuwan misterius nan cantik bernama Vittoria Vetra. Berdua, mereka memulai perburuan yang menyeramkan ke ruang-ruang bawah tanah yang terkunci rapat, kuburan-kuburan berbahaya, katedral-katedral yang lengang, dan tempat yang paling misterius di dunia ... markas Illuminati yang lama terlupakan.

Ditulis dengan gaya jenaka namun cerdas, Dan Brown membawa kita berpetualang di pusat kebudayaan tertua di Eropa, Roma. Pemahaman kita dibuat terkaget-kaget dengan penyingkapan berbagai rahasia di balik tempat-tempat bersejarah dan karya-karya seni terkenal yang terdapat di sana. Dengan plot cerita yang melingkar-lingkar dan alur yang cepat, Brown sekali lagi berhasil “menyiksa” kita dengan sebuah novel yang sulit dilepaskan begitu kita mulai membacanya!

Deception Point


Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

Tak satu pun seperti yang terlihat—di belakang setiap sudut terdapat kejutan yang mencengangkan.
Sebuah penemuan ilmiah yang mengejutkan.
Sebuah muslihat yang amat cerdik.
Sebuah thriller politik yang berbeda dengan semua yang pernah Anda baca.

Dalam novel menegangkan terbarunya ini, Dan Brown membawa pembaca mulai dari National Reconnaissance Office yang amat rahasia menuju ketinggian dataran es di Lingkar Kutub Utara, lalu kembali lagi ke lorong kekuasaan di Gedung Putih.

Dipuja untuk keahliannya dalam mengombinasikan ilmu pengetahuan, sejarah, dan politik dalam Malaikat & Iblis yang mendapat pujian serius, Brown telah mengukir sebuah novel lain di mana di dalamnya tak satu pun seperti yang terlihat--dan di belakang setiap sudut terdapat sebuah kejutan yang mencengangkan.

Deception Point adalah sebuah fiksi pendebar-jantung yang terbaik. Ketika satelit NASA yang baru menemukan bukti dari sebuah objek amat langka yang terkubur jauh di dalam lapisan es Arktika, lembaga ruang angkasa yang sedang mengalami kesulitan itu mengumumkan sebuah kemenangan yang amat dibutuhkan ... kemenangan yang berimplikasi besar bagi kebijakan ruang angkasa Amerika Serikat dan pemilihan presiden yang akan datang.

Untuk memverifikasi kebenaran penemuan tersebut, Presiden mengirim analis Intelijen Gedung Putih Rachel Sexton ke Milne Ice Shelf. Ditemani oleh sekelompok pakar, termasuk akademisi Michael Tolland yang karismatik, Rachel membongkar bukti penipuan ilmiah yang tak terbayangkan—sebuah muslihat berani yang mengancam mendorong dunia ke dalam pertentangan.

Tetapi, sebelum Rachel dapat menghubungi Presiden, dia dan Michael diserang oleh sekelompok pembunuh mematikan yang dikendalikan oleh seorang tokoh penguasa misterius yang akan melakukan apa saja demi menyembunyikan kebenaran.

Keduanya berupaya menyelamatkan diri menyeberangi lingkungan yang begitu terpencil dan berbahaya itu. Satu-satunya harapan bagi keberlangsungan hidup mereka adalah menemukan tokoh di belakang taktik teramat ahli ini. Kebenarannya, seperti yang mereka temukan kemudian, adalah muslihat paling menggemparkan dari apa pun juga.

Digital Fortress


Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

National Security Agency (NSA) adalah lembaga paling rahasia dan bernilai miliaran dolar. Ketika mesin pemecah kode NSA yang sudah teruji keandalannya menghadapi sebuah kode misterius yang tidak dapat dipecahkan, badan rahasia itu mengundang kepala kriptografernya, Susan Fletcher, seorang ahli matematika yang cantik dan cerdas. Hasil temuan Susan memunculkan gelombang yang mengguncang para pemangku kekuasaan.

NSA tersandera ... bukan oleh bom atau senjata, tetapi oleh kode yang begitu kompleks sehingga, jika diedarkan, akan melumpuhkan dinas intelijen Amerika. Terjebak dalam badai-kencang dusta dan rahasia, Susan Fletcher berjuang menyelematkan perusahaan yang dipercayainya. Terjegal dari segala sisi, ia mendapati dirinya tidak hanya berperang demi negaranya, tetapi juga hidupnya dan, pada akhirnya, hidup lelaki yang dicintainya.

Dari kekuatan ruang bawah tanah ke gedung pencakar langit di Tokyo sampai katedral yang menjulang tinggi di Spanyol, sebuah pertarungan hebat terbentang.

Komentar
"Digital Fortress adalah thriller teknologi terbaik dan paling realistis yang ada di pasar setelah bertahun-tahun. Kecakapan Dan Brown menggambarkan area abu-abu antara kebebasan personal dan keamanan nasional … sungguh mengagumkan"
The Midwest Book Review

"Dalam cerita yang bertempo cepat dan terasa nyata ini, Brown mengaburkan batasan antara kebaikan dan kejahatan sehingga patriot maupun paranoid akan sama-sama puas"
(Publishers Weekly)

"Penyuka dunia maya akan terus terikat"
(Booklist)

"Digital Fortress lebih dekat kepada kebenaran daripada yang berani dibayangkan siapa pun"
(MacDonnell Ulsch, Direktur National Security Institute)

"Dan Brown menulis sebuah thriller yang amat cepat dengan kelokan dan kejutan cerita yang cukup untuk membuat bahkan pembaca paling berpengalaman pun terus menebak-nebak"
(Vince Flynn, penulis Term Limits)

The Da Vinci Code


Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

Saat di Paris, pakar simbologi Harvard, Robert Langdon, menerima telepon tengah malam yang penting. Seorang kurator senior di Museum Louvre terbunuh, dan pesan-pesan rahasia yang mengherankan ditemukan dekat tubuhnya. Ketika Langdon dan seorang kryptolog (pemecah kode) berbakat Prancis, Sophie Neveu, mengupas lapis demi lapis teka-teki aneh itu, mereka terpana menemukan serangkaian petunjuk tersembunyi di balik karya-karya terkenal Leonardo Da Vinci?petunjuk-petunjuk yang tampak agar dilihat semua orang tapi sengaja disamarkan dengan jenius oleh sang pelukis.

Situasi menjadi semakin menegangkan ketika Langdon menemukan sebuah kaitan mengejutkan: mendiang kurator itu terlibat dalam Priory of Sion—sebuah masyarakat rahasia yang nyata, yang beranggotakan antara lain Sir Isaac Newton, Botticelli, Victor Hugo, dan Da Vinci. Langdon dan Sophie menjadi buruan internasional, secara tak terduga harus berhadapan dengan seseorang yang tak tampak tapi amat berkuasa. Mereka harus memecahkan labirin teka-teki itu. Jika gagal, rahasia Priory—sebuah kebenaran kuno yang dapat mengguncang dunia—akan hilang selamanya.

Senin, 24 Desember 2007

Prosa 4: Yang Jelita Yang Cerita


Penulis: Dewi Lestari, Dinar Rahayu, Djenar Maesa Ayu, Fira Basuki
Penerbit: Gagas Media

Jurnal edisi ini merupakan tribut bagi wanita penulis kontemporer. Selain karya-karya mereka, juga terdapat hasil wawancara mereka dan esai-esai mengenai fenomena kepenulisan perempuan dan isu-isu wanita lainnya.

"Tanpa harus memberikan peringkat ke-sastra-an atau ke-populer-an, di masa datang mungkin perkembangan sastra kita akan ditentukan oleh perempuan."
- Sapardi Djoko Damono -

"Karya-karya novelis wanita muncul sebagai wacana alternatif. Seks tiba-tiba menjadi kekuatan alternatif ketika cinta tidak lagi menjadi sumber kekuatan bagi subjek, ketika cinta tidak lagi berada dalam konteks perjuangan dan perlawanan."
- Faruk -

"Tema seksualitas adalah indikasi semakin beraninya penulis perempuan mendobrak nilai-nilai patriarki."
- Intan Paramaditha -

"Ini adalah sebuah bacaan yang berisi meta-commentary tentang membaca."
- Manneke Budiman -

Astral Astria


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

ASTRIA. Bintang. Benda angkasa yang terdiri dari gas panas, memancarkan energi reaksi thermonuclear di dalamnya.

SIMA. Abad ke-7 Masehi, Ratu Sima yang cantik, keturunan Dinasti Sanjaya yang memerintah kerajaan Kalingga (kerajaan Hindu) sangat menyukai dongeng Mahabrata dan Ramayana sehingga ia membuat kompleks candi yang merupakan jelmaan dari kisah-kisah tersebut.

Ms B: "Cool Cucumber"


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

"Muntahin sekarang, B. Muntahin! Lu tau nggak sih kegunaan ketimun itu untuk apa?"
"Mengompres mata capek," jawabku sekenanya.
"Hu uh! Tau nggak, dengerin ya , B. Ini ketimun udah gue pake. Get it?!!"
Huwek! Aku berlari ke kamar mandi. Di wastafel, aku muntah.
Sialan Fifin! Sialan! Tega banget, ketimun bekas kok dibalikin ke kulkas.
Bunny lewat, memandangku dari cermin kamar mandi.
"Hamil?"
Aku membalikkan kepala dan melotot.
"Fifin tega banget ama aku, Bun. Dia naruh timin bekas apa tauk di kulkas," ujarku memelas sambil menyabuni bibirku.
"Hah?!"

Ms B: "Jangan Mati!"


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Aku memeluknya. Kami kembali menjadi gumpalan. Aku tidak ingin ia lepas. Cintaku abadi di alam sini. Kehangatannya meresapi setiap pembuluh urat nadi. Mas Rio, Mas Rio, rasakan cinta yang suci ini. Di alam raya kita bersama memadu kasih bak semerbak melati. Gapailah aku, terimalah dan jangan tinggalkan aku.
"Bawalah aku, Mas Rio..."

Ms B: "Jadi Mami"


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Saking sibuknya dengan Bimbim, sejak pulang kantor aku tidak ingat pada Cantik. Kini setelah Bimbim tidur, aku ingin sekali mengelus Cantik. Aku mulai khawatir. Kepalaku berat. Aduh, mungkin aku tidur aja. Auw....

Pelan-pelan aku masuk ke kamar tidur. Bimbim tidur dengan posisi melintang di tengah. Aku bingung bagaimana aku bisa tidur? Di lantai? Aku coba menggeser Bimbim perlahan ke pinggir. Eh...lho? Bimbim malah mendekapku masih tertidur dan mengigau, "Mami...Mami..."

Ms B: "Will You Marry Me?"


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Suara apa? Aku dekati kaos kaki itu. Oh, ada benda kecil jatuh dari dalamnya. Apa ya? Aku jongkok dan mengambil benda tadi. Cincin berlian, emas putih, dua karat, princess cut, berkilau-kilau memantulkan sinar. Cincin siapa?

Ketika aku bertanya-tanya dan hendak berdiri, ada sosok lain berjongkok di belakangku.

"B, wiil you marry me?" katanya sambil mengacungkan satu ikat mawar merah.

Aku termangu sambil kedua telunjuk dan jempol tanganku memegangi cincin berlian itu.

"B, please marry me," katanya sambil mengerjap-ngerjapkan mata.

Ms B: "Panggil Aku B"


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Namanya Beauty Ayu Pengestu. Nama yang aneh. Bukankah Beauty dan Ayu berarti sama, yaitu cantik. Yang satu bahasa Inggris, yang satu bahasa Jawa. Artinya menjadi dobel cantik!
"Weird name."
"Yes. You can call me Beauty."
"OK Ms. Beauty and the Beast...hahaha...just kidding."
Beauty, teman-teman buleku ada yang memanggil B, seperti melafalkan huruf b dalam bahasa Inggris, Aku menyukainya.
"Teman-temanku memanggil B."
"B?"
"Yes."
"Ok, Ms. B."

Hell, Yeah! (Biografi Wimar Witoelar)


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Saya pasti nekat. Apa yang saya pikirkan? Mau menulis buku tentang Wimar Witoelar? Wow! Ibu tercinta saja kaget. Yang kebanyakan orang tahu, Wimar Witoelar itu tokoh yang menonjol, terkenal di televisi, dan kiprahnya jadi pengomentar segala macam urusan sehingga kemudian jadi juru bicara Gus Dur. Beda dengan saya.

Tentu saja beda dengan saya, apa yang saya bicarakan? Saya perempuan. Saya berusia nyaris separuh dari usianya. Dan saya bisa dibilang clueless, tidak tahu menahu soal politik. Kok ya nekat-nekatnya berinisiatif bikin buku Wimar Witoelar?

More information click www.perspektif.net

Brownies


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Gagas Media

"Biarkan rasa yang memilih..."

"Writing novel is my passion," kata Fira Basuki. Maka meluncurlah karya-karya best seller yang mendobrak stagnansi dunia novel selama beberapa tahun. Karya triloginya: Jendela-Jendela, Pintu, Atap menjadi karya yang sangat diminati pembaca novel Indonesia. Lulusan S2 Komunikasi Wichita State University (WSU), USA, ini terus menggebrak dengan novel-novel barunya: Biru, Rojak, dan Miss B (series). And, because writing is her passion, maka meluncurlah kini karya adaptasi pertamanya; Brownies sebagai gebrakan terbarunya.

Perempuan Hujan


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Gagas Media

Perempuan Hujan. Mereka menyebutkan demikian. Karena ia seorang perempuan. Karena ia menyukai hujan. Itulah satu dari sebelas judul dalam kumpulan cerpen Fira Basuki. Secara keseluruhan, Fira Basuki ingin bercerita tentang kisah perempuan. Kekurangan, kelebihan, kesedihan, dan kebahagiaan. Tentang cinta, harta, pria gemerlapan. Semua terasa begitu nyata.

Writing novel is my passion, kata Fira Basuki. Maka meluncurlah karya-karya best seller yang mendobrak stagnasi dunia novel selama beberapa tahun. Karya triloginnya: Jendela-jendela, Pintu, Atap menjadi karya yang sangat diminati pembaca novel Indonesia. Lulusan S2 Komunikasi Wichita State University (WSU), USA, ini terus menggebrak dengan novel-novelnya, Biru, Rojak, Miss B (series), Alamak! (Kumpulan Cerpen). And, because writing is her passion, maka meluncurlah karya adaptasi pertamanya: Brownies sebagai gebrakan terbarunya dalam dunia kepenulisan. Kemudian menyusul Cinta Dalam Sepotong Roti sebagai novel adaptasi kedua yang diangkat dari film karya Garin Nugroho berjudul sama. Perempuan hujan adalah kumpulan cerpen terbarunya yang diterbitkan Gagas Media.

Cinta Dalam Sepotong Roti


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Gagas Media

"Writing novel is my passion," kata Fira Basuki. Maka meluncurlah karya-karya best seller yang mendobrak stagnansi dunia novel selama beberapa tahun. Karya triloginya: Jendela-Jendela, Pintu, Atap menjadi karya yang sangat diminati pembaca novel Indonesia. Lulusan S2 Komunikasi Wichita State University (WSU), USA, ini terus menggebrak dengan novel-novel barunya: Biru, Rojak, dan Miss B (series), Alamak! (Kumpulan Cerpen). And, because writing is her passion, maka meluncurlah kini karya adaptasi pertamanya; Brownies sebagai gebrakan terbarunya dalam dunia kepenulisan. Cinta Dalam Sepotong Roti adalah novel adaptasi kedua, diangkat dari film karya Garin Nugroho berjudul sama yang mendapatkan penghargaan Best Director di Festival Film Asia Pasifik tahun 1991 dan Best Film Festival Film Indonesia termasuk di dalamnya untuk Best Editing, Best Camera, Best Artistic, dan Best Music di tahun yang sama.

Rojak


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Rojak berbagai rasa. Manis. Asam. Asin. Pedas. Pahit. Bersatu. Tapi Rojak dalam Singlish artinya hancur, berantakan, atau aneh. "hati-hati menikah gaya rojak (menikah campur), salah-salah nanti bisa benar-benar Rojak (hancur)!"

ALAMAK! (Kumpulan Cerpen)


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Fira memang tukang mendongeng yang piawai. Membaca delapan cerpen (plus satu "calon" novel) dalam kumpulan cerpen ini mengingatkan kita akan putri cantik terakhir yang mampu membuat Sultan dari Timur Tengah dalam kisah seribu satu malam terlena. setiap cerita berakhir, pagi sudah datang menjelang. Dan Sultan yang haus darah itu, masih terus kepengin mendengar ceritanya yang lain.

Minggu, 23 Desember 2007

Biru


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Novel keempat Fira Basuki ini tidak berhubungan sama sekali dengan novel-novel sebelumnya, trilogy Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap. Tapi, salah seorang karakter dari trilogi itu muncul sebagai cameo, berdialog dengan Mario, salah seorang tokoh Biru.

Ada tujuh tokoh utama, 4 perempuan dan 3 laki-laki. Empat perempuan adalah: Anna (ibu rumah tangga), Candy (model), Kira (perempuan simpanan), dan Lindih (sekretaris). Sedangkan tiga pria: Aris (pengusaha/ pemilik yayasan), Pura (supir taksi/musikus), dan Mario (pengusaha/ aktifis lingkungan).

Suatu hari, masing-masing mendapat sebuah undangan reuni SMA berwarna dan bertema biru. Dalam 90 hari ke depan, hidup masing-masing karakter utama itu mendadak berubah. Ada yang menjadi lebih baik, ada yang mungkin tidak, dan ada yang benar-benar berubah di luar dugaannya. Ada yang menemukan masa silam, mencapi impiannya atau harapannya, dan ada yang tak terduga.

Mengapa undangan bertema biru? Mengapa mesti biru? Ini ada kaitannya dengan salah seorang karakter, walaupun akhirnya masing-masing karakter secara sadar dan tidak sadar terkait dengan ‘biru’ itu sendiri.

Agak-agak misteri, novel ini juga penuh percintaan dan segala masalah hubungan antar manusia.

Malam Biru
lanskap langit
mencurahkan biru
ke januari matamu
binar bulan
mencurahkan waktu
ke biru langit matamu
marak malam
mencurahkan aku
ke cakrawala matamu
(Joko Pinurbo, 2003)

Atap


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Atap, sebuah bagian dari rumah paling atas. Atap, juga tempat June dan Bowo bertemu. Untuk mereka berdua, di sana adalah tempat yg sepi dan luas. Di sana pula June bisa bercerita panjang lebar sementara kakaknya mendengarkan dan berkomentar.

Akhirnya! June berkelana mengembara mencari cinta dan menemukan jawaban. Juga jawaban siapakah Mr. X or Mr X-Man, si pengagum gelap. Sementara Bowo, kian mengasah indera keenam atau mata ketiganya. Ia juga menentukan pautan hatinya.

Rasanya tidak akan komplet jika pembaca Jendela-Jendela dan Pintu tidak meneruskannya ke Atap. Rasanya seperti sebuah ‘rumah’ yang tidak komplet tanpa penutup atap.

Pintu


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Pintu menceritakan kehidupan seorang pria yang memiliki ‘mata ketiga’ atau indera keenam. Bowo, tokoh utama, mengajak Anda mengikuti kehidupannya, dari mulai saat ia lahir hingga kini. Ia juga akan mengajak Anda ‘membuka’ berbagai pintu kehidupan.

Apa sajakah pintu-pintu itu? Sekadar menyebutkan beberapa, ada ‘Pintu Gerbang’, ‘Pintu Batin’ dan ‘Pintu Hati’.

Apa, mengapa dan bagaimana membuka dan menutup pintunya, Bowo yang memiliki latar belakang budaya Jawa, berbagi cerita; mulai dari pengalaman spiritualnya hingga kehidupan percintaannya. Dengan latar belakang negar Indonesia, Amerika Serikat dan Singapura, Anda diajak untuk menerka-nerka kehidupan yang multidimensi ini.

Jendela-Jendela


Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo

Jendela-Jendela intinya menceritakan kehidupan pasangan muda. Cerita mengalir dari ‘mulut’ June dengan latar belakang di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Singapura dan Indonesia. June berbagi cerita masa lalunya, teman-temannya dan pengalaman lainnya.

Pertanyaan seperti: mengapa kehidupan pernikahan tidak semudah yang diharapkan atau tidak seperti layaknya dongeng dimana sang putri dan pangeran impian hidup bahagia selama-lamanya? June mencari jawabannya.

Namun, siapakah Mr. X yang tiba-tiba saja muncul di bagian belakang?

Seperti melongok keluar atau mengintip jendela rumah orang lain, novel ini mencoba mengupas berbagai sisi kehidupan manusia sehari-hari.

Cinta Peri Danau Teratai


Penulis: Yennie Hardiwidjaja
Penerbit: Gagas Media

Begitu kilatan petir menggelegar dan menjilat bibir tebing, secepat kilat Fa menangkap salah satu anak petir. Anak petir itu menyambar-nyambar dalam genggamannya. Sambil menangis, Fa memotong sayapnya. Hempasan bulu-bulu sayapnya berubah menjadi teratai perak begitu menyentuh air. Air mata Fa berubah menjadi butiran kristal. Sayapnya terasa patah dan terbakar. Peri kecil itu mengerang kesakitan. Lukanya langsung mengering, tapi bekas patahan tulang menyisakan tonggolan di punggungnya.

Lalu Fa berkelana mencari anak manusia yang dicintainya. Harapan tentang anak manusia itu telah menghidupinya. Namun, ketika Fa menemukannya, dia tidak hanya menemukan dia.

Luv You Berry Much


Penulis: Yennie Hardiwidjaja
Penerbit: Gagas Media

Emang gampang punya pacar jago karate?
Pertanyaan ini baiknya ditanyain deh ke Very. Cowok superbaik dan suka menolong ini keliatannya kontras banget sama ceweknya, Vera, yang nggak cuma judes, juga suka sadis kalo lagi kesel. Cuma yagitu, herannya, si Very betah-betah aja pacaran sama Vera. Yang bosan dan pengen putus tuh justru Vera, soalnya dia bete banget sama cowoknya yang sibuk nolongin orang dan menomorduakan dirinya.
Masalahnya, minta putus ke Very entah kenapa buat Vera agak... kejam. Secara orangnya baik gitu ya? Tapi kalo diterusin....
Hmmm, gue punya ide, pikir Vera senang. Apa gue selingkuh aja ya?

Miss Jutek


Penulis: Yennie Hardiwidjaja
Penerbit: Gagas Media

SALMA nggak bakalan tobat. Dia nggak tau apa

itu tobat. Dia bahkan nggak tau gimana cara

say thank you apalagi sorry! Siapa yang nggak

kenal Salma Dirgawijaya? Bekennya amit-amit,

sifatnya nyolot abis, reseh, tukang berantem,

tajir sekaligus keren. Cewek dengan masa lalu

sekelam malam yang menghukum diri, bertahan

hidup dengan misi dan caranya sendiri. Bahkan

sampai membuat ethan, cowok lokal tapi

tampang Jepang itu klenger, juga Bernand sang

dewa cinta yang sifatnya hampir sama

jeleknya. Apa sih yang dilihat mereka dari

Salma? Cewek bukan, cowok juga bukan. Cuma

orang gila yang naksir Salma. Cari masalah

dengannya sama saja cari mati. Beneran Salma

nggak butuh sapa-sapa? Beneran Salma nggak

bakalan tobat?

MISS JUTEK, bukan sekedar cerita cinta. Tapi

kamu bakalan jatuh cinta.

Kejar Jakarta


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media

Lama kemudian, sopir akhirnya menyadari bahwa

tidak ada gunanya menipu Ujang karena hanya

akan membuat dirinya ingin menindih Ujang

dengan Objek berat. Dia menghentikan taksi

dan mempersilahkan ujang keluar tepat di

depan gedung besar.

Kamu jalan kesana?, ujarnya menunjuk gang

kecil. ?entar kamu tanya aja sama orang di

sana.

Oh?., Ujang mengeluarkan dompetnya dan

menyerahkan uang 50 ribu rupiah.

Wah masih kurang, Dek!

Wah, mahal ya, Pak. Saratus rebu. Ujang mah

gak punya duit segitu banyak?.

? Mata sang sopir terpejam dan bertanya salah

apa dia hari ini. Seharusnya dia tahu lebih

baik untuk tidak memilih korban yang terlalu

bodoh.

Ini ajah saya tambahin singkong, yah? kata

Ujang polos.

ARRGGGHHGHGHHHH!!!!

Jomblo: Sebuah Komedi Cinta


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media

Novel ini bercerita tentang kehidupan empat mahasiswa yang tinggal dan kuliah di Bandung. Mereka adalah Agus yang selalu mengalami krisis pede ketika kenalan sama wanita; Doni si kolektor film dan gambar porno; Olip jomblo sejati yang susah mengungkapkan cinta dan Bimo si pecandu ganja. Semua memiliki sifat yang berbeda. Hanya masalah cinta yang bisa bener-bener membuat mereka terlihat lebih solid. Maklum, cowok-cowok jomblo itu sedang dalam tahap pencarian cinta selayaknya kebanyakan anak muda lainnya.
Yang menarik dari novel ini adalah Aditya Mulya berhasil memotret kehidupan riil mahasiswa dari berbagai sisi. Aktivitas perkuliahan sampai kehidupan luar kampus. tema besar cinta di dalamnya menjadi lebih menarik ketika dikemas dalam sebuah komedi romantis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehinggga soul cerita bisa terasa seperti hal yang nyata.

Komentar
"Jomblo, bukanlah cerita biasa... melainkan sebuah studi antropologistentang hidup anak muda kita di masa kini, studi yang serius dan dalam... tapi kok aku bacanya ngakak... Komedi?? Pembaca jangan senang dulu...
Selamat Aditya untuk debut novel yang penting ini."

Riri Riza (Produser Film)

"...This book is so 'today', so real, with just a dash of sarcasm in a fu way. Very entertaining."
Sarah Sechan (Cosmo Girl)

Gege Mengejar Cinta?


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media

Mana yang seseorang akan pilih? Mereka yang dia cintai? Atau mereka yang mencintainya? ini adalah sebuah pertanyaan penting yang entah kenapa orang tidak pernah cukup peduli untuk kaji dan tanyakan pada diri sendiri. Buku ini bercerita tentang Gege. Pria yang akhirnya dihadapkan dengan pertanyaan itu.

?mendapatkan novel ini benar-benar berbeda. Ide-idenya mengalir unprecedented dan menghanyutkan, suatu originalitas yang sulit didapatkan hari ini. Saya suka pendekatannya terhadap klimaks yang chaotic seperti fireworks in the fair ground. Beginilah penulis muda seharusnya, smart, playful, dan explosive.

Jumat, 21 Desember 2007

Ketika Cinta Bertasbih (Eps. 2)


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

"Novel Ketika Cinta Bertasbih ini seolah menjadi setitik cahaya di tengah rasa pesimisme anak muda negeri ini untuk teguh memegang prinsip-prinsip Islami dalam kehidupan mereka. Dengan bahasa yang lembut dan memikat, penulis mengajak kita semua untuk banyak merenung, dan kembali melihat betapa indahnya hidup dalam naungan AI-Qur'an."
(DR. FAIZAH ALI SIBROMALISI, M.A., Dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

"Jika Anda ingin membaca novel cinta berliku yang memotivasi dan mendidik ya dwilogi Ketika Cinta Bertasbih inilah novelnya. Ini sungguh novel bergizi yang sangat menyentuh jiwa. Saya merekomendasikannya sebagai salah satu referensi sastra mendidik yang harus dibaca oleh generasi muda. Serius!"
(USWATUN HASANAH, S.Pd, Guru Sastra dan Bahasa Indonesia SMAN 1 Salatiga)

"Ini novel cinta sekaligus novel dakwah yang mencerdaskan dan sarat hikmah. Sangat membanggakan bahwa dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini lahir dari jari-jari emas sastrawan muda Indonesia yang begitu mencintai bangsa dan agamanya! Strong recommended untuk diapresiasi!"
(M. JUNAIDI, S.H., M.A. Dosen STIKES Aisyiyah Surakarta)

"Inilah novel motivasi yang mencerahkan. Luar biasa! Isinya saya rasakan begitu kuat memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri, untuk tidak rnenyerah, untuk terus maju meraih anugerah Allah."
(SARWEDI HASIBUAN, Mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya, Kuala Lumpur)

"Dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini tidak sekadar novel romantis, ini juga novel fikih yang ditulis dalam alur cerita yang tak mudah ditebak. Kangabik melakukan terobosan-terobosan baru menjelaskan kaidah-kaidah fikih melalui novel. Salut!"
(K.H. MIFDHAL MUTHAHHAR, LC, Ketua IKADI dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al Hikmah, Boyolali)

Ketika Cinta Bertasbih (Eps. 1)


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

Habiburrahman El Shirazy adalah sarjana Al Azhar University Cairo. Founder dan Pengasuh Utama Pesantren Karya dan Wirausaha BASMALA INDONESIA, yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Ia dikenal secara nasional sebagai dai, novelis,dan penyair. Beberapa penghargaan bergengsi berhasil diraih nya, antara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005, dan IBF Award 2006. Tak jarang ia diundang untuk berbicara di forum-forum nasional maupun internasional, baik dalam kapasitasnya sebagai dai, novelis, maupun penyair. Seperti di Cairo, Kuala lumpur, Hongkong, dan lain-lain. Karya-karyanya selalu dinanti khalayak karena dinilai membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi. Di antara karya-karya yang telah beredar dipasar adalah Ayat Ayat Cinta(novel fenomenal yang akan dilayarlebarkan, 2004), Pudarnya Pesona Cleopatra (novelet, 2004), Di Atas Sajadah Cinta(kumpulan kisah teladan yang telah disinetronkan di Trans TV, 2004) Ketika Cinta Berbuah Surga (kumpulan kisah teladan, 2005), Dalam Mihrab Cinta (novelet,2007). Karyanya yang siap dirampungkan: Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening dan Bulan Madu di Yarusalem.

Komentar
"Selain mengajak untuk menyucikan jiwa, dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini menyadarkan apa makna prestasi yang sesungguhnya. Novel yang dasyat dan benar-benar berbeda!"
(ISHAK IBRAHIM HASAN,M.A.- Sastrawan dan Anggota DPRD Kaltim)

"Dwilogi Ketika cinta bertasbih ini tidak sekedar novel romantis,ini juga novel fikih yang ditulis dalam alur cerita yang tak mudah di tebak. Kang Abik melakukan terobosan baru menjelaskan kaidah-kaidah fikih melalui novel. SALUT!"
(K,H. Mifdhal Muthahhar,Lc. - Ketua IKAD dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al Hikmah, Boyolali)

"Kepiawaian Kang Abik menulis setara dengan HAMKA, Kuntowijoyo, dan bahkan menyamai Gibran."
(Abidin Nurdin, Mahasiswa PAsca Sarjana IAIN AR Raniry, Aceh)

"Sebenarnya saya adalah orang yang paling anti membaca novel. Namun setelah bertemu dengan novel-novelnya Kang Abik saya benar-benar ketagihan"
(Aidhil A; - Penggemar Kang Abik di Hongkong)

Dalam Mihrab Cinta


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

Siang itu pesantren Al-furqon yang terletak di daerah Pagu, kediri, Jawa Timur Jeger. Pengurus bagian keamanan menyeret seorang santri yang diyakini mencuri. Beberapa orang santri terus menghajar santri berambut gondrong itu. Santri itu mengadu dan meminta ampun.
"Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri!" teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram.
"Ayo mengaku. Kalau tidak aku pecahkan kepalamu!" teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram.
"Sungguh bukan saya pelakunya." si rambut gondrong itu tetap tidak mau mengaku. Serta merta 2 bogem melayang ke wajahnya.
"Nih rasain pencuri!" teriak ketua bagian keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut Gondrong mengaduh lalau pingsan. Menjelang Ashar, si Rambut gondrong siuman. Ia dikunci di gudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Ke dua tangan dan kakinya terikat. air matanya meleleh. ia meratapi nasibnya. seluruh tubuhnya sakit. Ia merasa kematian berada di depan mata. di luar gudang para santri ramai berkumpul. mereka meneriakan kemarahan dan kegeraman.
"Maling jangan diberi ampun!"
"Hajar saja maling gondrong itu sampai mampus!"
"Wong maling kok ngaku-ngaku santri. ini kurang ajar. tidak bisa diampuni!"
ia menangis mendengar itu semua. 10 menit kemudian pintu gudang terbuka. ia sangat ketakutan.
tanpa ia sadari, ia kencing dicelana karena saking takutnya.
para santri yang didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi lurah pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga. Pak Kiai, pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin.

Di Atas Sajadah Cinta


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

"Pada minggu-minggu pertama tinggal di Belanda saya mengalami kehilangan yang sangat di tengah-tengah budaya masyarakat yang begitu duniawi. Bankan azan pun yang sering terlupakan selama di Indonesia baru terasa sebagai suatu yang sangat berharga. Di saat-saat seperti ini tausyiah-tausyiah terasa urgen untuk menjaga spirit ruhani dan menumbuhkan kehidupan Islami. Dan hikmah serta cerita memegang bagian yang sangat besar dan tausyiah itu. Dengan hikmah dan cerita hati mudah tersentuh. Maka kehadiran kumpulan hikmah dalam buku ini sungguh menambah khazanah dakwah dan kesejukan hati. Apalagi cerita yang dituiis dalam buku ini bukan cerita yang beredar di dunia internet. Maka buku ini menjadi sesuatu yang perlu bagi mereka yang rindu kehidupan Islami"

(DR. HADI SUSANTO, Pemerhati Sastra, Alumus Twente Universiteit, Belanda)

"Sebuah usaha yang genial unluk menghimpunkan kisah-kisah yang bermuatan nilai Al-Quran dan As-Sunnah dalam bahasa fiksi, bahasa kehidupan sehari-hari. yang dengan itu orang tidak lagi merasa rumit belajar dan mengamalkan Islam. Demikianlah, Habtburrahman El Shirazy telah menghimpunnya untuk Anda dengan bahasa yang mudah dan menyentuh hati dalam buku Di Atas Sajadah Cinta ini. Semoga kisah-kisah ini menggerakkan Anda menuju kebaikan selalu."
(IZZATUL JANNAH, Novelis. Da'iyah dan Penggiat Forum Lingkar Pena (FLP)

"Inilah kisah-kisah yang penuh dengan ibrah, makna yang dalam, diambil dari kisah teladan Nabi, para sahabat, para tabi'in dan mujahid-mujahidah Islam di masa lain. Bagitu membaca buku ini saya merasa seoiah-olah terbetot, untuk kembali menekur dan menafakuri diri ... Betapa banyak yang dapat diambil dart kumpulan kisah teladan ini. Sangat bermanfaat bagi para remaja kita..."
(PIPIET SENJA, Sastrawan dan Novelis Tanah Air)

"Ketika memamah Di Atas Sajadah Cinta saya seperti membedah dongeng kehidupan yang sarat dengan makna. Membuat kita ingin terus berada Di Atas Sajadah Cinta."
(ALI MUAKHIR, Penulis Komik Olin dan Editor Penerbit DAR! Mizan)

"Di Atas Sajadah Cinta, benar-benar kado terindah yang saya terima di hari pernikahan saya. Cerita-ceritanya sungguh menggugah nurani dan jiwa ... Thank's a lot buat Kang Abik!"
(ANIF SIRSAEBA, Adik Kandung Habiburrahman El Shirazy, The Spirit of Life dan Penulis Buku Laris Berani Kaya Berani Takwa)

Nyanyian Cinta


Penulis: KH A Mustofa Bisri, Ahmadun YH, Habiburahman El Shirazy
Penerbit: Republika

Dihadapan kita ini adalah antologi cerpen santri pilihan Nyanyian Cinta. Ada dua belas santri-maksudnya santri dan mahasantri, santri betulan dan santri mbeling, namun semuanya sungguh-sungguh hadir dari dunia pesantren - yang masing-masing menyertakan satu cerpen.

Andaikata barisan duabelas cerpenis kita pandang sebagai musafir yang sedang melintas padang kehidupan nyata, maka tampak paling depan adalah sang suhu, yakni Gus Mus. Mengiring di belakangnya adalah para pendekar, Ahmadun Yosi Fernanda, Prie GS, Abidah El Khalieqy dan Habiburrahman El Shirazy. Tujuh lainnya adalah cantrik-cantrik yang sedang mengikuti jalan sastra kesantrian yang telah dirintis oleh sang suhu.

Habiburrahman El Shirazy yang novelnya, Ayat-ayat Cinta menjadi buku sangat laris dan fenomenal, di antologi santri pilihan ini, lewat cerpen Nyanyian Cinta, melukiskan hubungan penuh kasih sayang antara Hafsah dan Mahmud dengan latar belakang kehidupan seputar Universitas Al Azhar, Mesir. Habib memang jempolan bila melukiskan situasi di tempat kuliahnya dulu. Dengan cerpennya ini Habib pun mengajak para santri lainnya membaca kehidupan nyata bahwa ruh kesantrian dalam hidup ini memang harus bermuara pada rahmatan lil 'alamin. Kasih sayang dalam makna yang seluas-luasnya.

"Secara umum keduabelas cerpen dalam antologi ini sangat pantas dan layak dibaca. Apalagi selain Gus Mus, ada banyak nama besar yang bisa dijadikan jaminan mutu Ahmadun Yosi Herfanda, Habiburrahman El Shirazy, Prie GS, dan Abidah El Khalieqy."
(Ahmad Tohari - Sastrawam dan Budayawan)

Ketika Cinta Berbuah Surga


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

".. .Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Teman baik, yang membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga. " Said tersentak mendengar perkataan ayahnya. "Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?"tanyanya dengan nada penasaran. "Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri,yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan; karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga."

Komentar
"Dibaca dari awal sampai akhir, semua kisah dalam buku ini penuh ajaran tentang budi pekerti (akhlak), kearifan, kebijaksanaan hidup, dan semuanya diceritakan dengan indah, mengalir dan komunikatif. Karena itu, terbitnya buku ini tidak hanya akan menjadi oase yang sejuk dan mencerahkan jiwa, tapi juga menambah khazanah sastra Islam di Indonesia."
(Ahmadun Yosi Herfanda, Redaktur Senior Marian Nasional Republika)

"Kisah-kisah dalam buku ini sangat memikat. Bahasanya sederhana dan mudah dipahami, namun maknanya dalam dan indah. Ada rasa nikmat ketika membacanya hingga halaman terakhir. Enggan rasanya bila dijeda."
(Dian Yasmina Fajri, Pemimpin Redaksi Majalah Annida)

Pudarnya Pesona Cleopatra


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

Penulis Novel Best Seller "Ayat-ayat Cinta"
Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa

Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang. Wajahnya yang teduh dan baby face, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangisnya mengalirkan perasaan haru dan cinta. Ya cinta itu datang dalam keharuanku. Dalam keharuan terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu, pesona kecantikan Cleopatra memudar...... Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku oada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak peduli. Aku ingin segera sampai dan melupakan semua rasa cinta ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.

" Mana Raihana, Bu ?"
Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi
" Istrimu, Raihana istrimu dan anakmu yang dikandungnya ! "
" Ada apa dengan dia ! "
" Dia.......

Komentar
"Subhanallah, mengikuti dua novel mini dalam buku ini hatiku serasa teraduk-aduk. Ada cekam keharuan yang mendalam. Ada rindu dendam cinta suci karena illahi. Ada senyum kebahagiaan sejati. Semua berkelebat, gerimis, aku dibuatnya. Ah, Raihana, andai kau Cleopatra....!"
(Sirsaeba Alafsana - Penulis buku "Kado Ulang Tahun Kekasihku")

Ayat Ayat Cinta


Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika


"Penulis novel ini berhasil menggambarkan latar (setting) sosial-budaya Timur Tengah dengan sangat hidup tanpa harus memakai istilah-istilah Arab. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat, dan gambaran latarnya yang begitu hidup, membuat kisah dalam novel ini terasa benar-benar terjadi. Ini contoh novel karya penulis muda yang sangat bagus!"
(AHMADUN YOSI HERFANDA - Sastrawan dan Redaktur Budaya Republika)

"Jarang ada buku seperti ini. Saya tidak yakin akan ada novel serupa dari penulis muda Indonesia lainnya saat ini bahkan mungkin hingga beberapa puluh tahun ke depan. Begitu menyentuh. Begitu dalam. Dan begitu dewasa!"
(MOHAMMAD FAUZIL ADHIM - Psikolog dan Penulis Buku-buku Best Seller)

"Jika Naguib Mahfuz menulis Mesir dari pandangan orang Mesir, maka Mesir kali ini ditulis dalam pandangan orang Indonesia. Novel ini ditulis oleh orang Indonesia yang paham betul seluk-beluk negeri itu, hingga ke detail-detail yang paling kecil. Ia hidup, berbaur dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari lalu menyerap spirit dan pengetahuan darinya, dan dituangkan dengan sepenuh hati dalam bentuk novel kaya. Ditulis dengan bahasa yang lancar, dengan tokoh-tokoh yang 'hidup' dan berkelebatan dalam berbagai karakter. Membaca novel ini seperti membuka cermin cakrawala yang terbuka..."
(JONI ARIADINATA -Cerpenis, Redaktur Jurnal Cerpen Indonesia)

"Novel yang tidak klise dan tak terduga pada setiap babnya. Habiburrahman El Shirazy dengan sangat meyakinkan mengajak kita menyelusuri lekuk Mesir yang eksotis itu, tanpa lelah. Tak sampai di situ, Ayat Ayat Cinta mengajak kita untuk lebih jernih, lebih cerdas dalam memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga cinta."
(HELVY TIANA ROSA - Ketua Umum Forum Lingkar Pena)

"Membaca Ayat Ayat Cinta ini membuat angan kita melayang-layang ke negeri seribu menara dan merasakan 'pelangi' akhlak yang menghiasi pesona-pesonanya. Sungguh sebuah cerita yang layak dibaca dan disosialisasikan pada para pemburu bacaan popular yang sudah tidak mengindahkan akhlak sebagai menu utamanya, agar dunia bacaan kita terhiasi karya-karya yang 'membangun'."
(RATIH SANGARWATI - Artis dan Peragawati)

"Membaca novel ini, nutrisi cinta seakan mengalir memenuhi jiwa. Dan pikiran kiat terpenuhi oleh berbagai pengetahuan dan wawasan. Inilah karya fiksi yang tidak 'mengelabui'. Bagus sekali."
(ANNA R. NAWANING - Cerpenis dan Penulis Sastra Islami)

"Sangat romantis dan humanis! Novel ini saya rasakan begitu kuat dalam ajaran, perasaan, dan penokohannya. Luar biasa, hati saya gerimis selesai membacanya!"
(HAMIZAR "BAZARVIO" RIDWAN - Sastrawan dan Wartawan Pontianak Post)

DO (Drop Out)


Penulis: Arry Risaf Arisandi
Penerbit: Gagas Media

Jemi, si mahasiswa abadi, dari kecil nggak pernah punya cita-cita. Waktu masih SD, temen-temennya ada yang pengen jadi guru, pengusaha, malahan ada yang pengen jadi tabib. Jemi nggak pengen jadi apa-apa.
“Kamu harus punya cita-cita, Jemi,” kata gurunya. “Semua temen-temenmu punya cita-cita. Agnes ingin jadi guru, dan Susi ingin jadi pengusaha seperti bapaknya. Kamu ingin jadi apa?” “Baiklah kalo memang harus punya cita-cita. Saya pengen jadi suaminya Susi!” “Kamu nggak boleh bercita-cita jadi cowok matre, Jemi! Pikirkan lagi!”
Itu kali pertama dan kali terakhir Jemi mikirin cita-cita. Sampe dewasa, dia tetep lebih suka membiarkan hidupnya mengalir kayak banjir—nyusahin banyak orang. Dia ikuti kemana saja angin meniupnya.
Niatnya kuliah di jurusan Sastra Rusia, malah terdampar di jurusan Akuntansi. Tiap kuliah, kerjaannya cuma menggambar pohon dan pohon. Catatan kuliah jadi pohon, buku jadi sejuk, dia jadi bodoh.
Temen-temen kuliah seangkatannya udah pada lulus semua, bahkan ada yang udah meninggal, Jemi masih setia kuliah sampe tahun ketujuh dan belum juga ada tanda-tanda dia bakal segera lulus.
Jemi menganut prinsip: akan terus menuntut ilmu sampe ke liang kubur. Kampus tidak mengijinkan Jemi kuliah sampe mati. Dia harus lulus tahun ini kalo nggak mau drop out. Dengan bantuan Leah, bekas seniornya yang udah jadi dosen, dan Doktor M, dosen Statistik yang nyebelin, Jemi berjuang mati-matian menghindari DO.

Cewephobia


Penulis: Arry Risaf Arisandi
Penerbit: Gagas Media

Tiga orang mahasiswa Willy, Tachi dan Zacky divonis menderita cewephobia. Mereka bertiga memang memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap cewek. Cewek menanyakan jam, mereka kencing berdiri. Cewek bilang terima kasih, mereka kencng berlari. Dengan kondisi seperti itu, mana mungkin mereka bisa punya pacar, padahal mereka sudah sangat merindukannya.

Dengan dalih ingin menolong teman-temannya, Sonny seorang cowok kaya bertampang indo menawarkan terapi penyembuhan. Terapinya sangat sederhana, mereka hanya harus mengucapkan manteranya: "Cewek itu macan, tapi gue pawangnya". Tak tanggung-tanggung, macan yang harus mereka jinakkan adalah Amel, Tiara dan Maya, tiga orang bintang kampus yang tak tersentuh.

Ketika Willy, Tachi dan Zacky akhirnya bisa sembuh dari cewephobia, Sonny baru membuka kartunya kalau dia sendiri juga menderita phobia yang sama. Sekarang giliran mereka menolong Sonny dengan memberinya terapi dan mengantarkannya ke pelukan Shinta.


Komentar

"Ini bukan sekedar soal phobia, tapi juga tentang pesahabatan. I put 'hmmm' at the beginning, but 'huahaha' in the end. Saya ketawa ngakak pada saat adegan 'emm mbop' dan 'namanya papa'. Segar, lucu, menghibur, sekaligus memelas."
- Deasy Noviyanti (Artis, Presenter dan Penyiar Radio)

"Kayak film Beauty and the Beast, tapi hikmahnya cinta itu bisa datang kapan saja dan dimana saja. Negerinya, bisa jadi ajang taruhan buat cowok-cowok jelek (tapi pede) dalam mengejar pujaan hatinya. Cerita Cewephobia mirip banget ama gue gitu loch..."
- Rico Ceper (Artis, Presenter dan Penyiar Radio)

Pahe Telecinta


Penulis: Endang Rukmana
Penerbit: Gagas Media

“Novelmu lucu en bikin seger, bahasanya mengalir dan nggak ribet, jadi ketawa sendiri bacanya, sekaligus jadi inget zaman-zaman kuliah, salut deh! Ndang, maneh gelo pisan, gusti, eta ngungudag awewe tepi ka kitu, tapi didinya bodor pisan euy, btw ieu mah lain novel, curhat nya? Semua ada hikmahnya, teu jadi kabogoh, jadi novel, bisaan euy!”
—Rieke Diah Pitaloka (Artis, presenter, komedian, penulis, pemeran “Oneng” dalam serial komedi “Bajaj Bajuri”)

“Pahe Telecinta, hmm…, romantis & fun abiz! Kayaknya novel ini ditulis si Endang saat dia falling in love. Cocok buat lu yang lagi pdkt ama cewek!”
—Gola Gong (Novelis, script writer di RCTI, penulis serial petualangan legendaris “Balada Si Roy”, penulis novel trilogi “PadaMu Aku Bersimpuh”, perintis komunitas “Rumah Dunia”)

“Setengah fiksi, setengah kisah nyata? Wah, susah juga yah, nebak yang mana yang nyata yang mana yang enggak. Yang jelas, novel komedi ini bener-bener bikin gue senyum-senyum sendiri. Ini kenyataan!"
–Raditya Dika (Penulis novel Kambing Jantan & Cinta Brontosaurus)

"Duoh, kalo nyari novel kocak en berbobot sih ga usah nyari yang laen deh! Udah paling bener novelnya si Endang Rukmana—udah yang paling EDAN deh! Dijamin elo bakal ngakak 7 hari 7 malem! Buktiin sendiri kalo kaga percaya! Buruan beliii...!!!!!"
—Dila Ariestiani (Penulis "Girls Guide: Semua Tentang Cowok")

Blackforest Blossom


Penulis: Endang Rukmana
Penerbit: Gagas Media

Bagian paling nggak enak jadi anak baru di SMA adalah perlakuan semena-mena dari para
senior. Itu pula yang terjadi pada Romeo, Rojali dan Roy yang baru aja memasuki SMA Bhineka. Pada Masa Orientasi Siswa (MOS) ketiga cowok ini dikerjain abis-abisan oleh kakak-kakak
kelasnya. Romeo mungkin satu-satunya murid baru yang paling banyak mendapatkan tanda
tengkorak—tanda yang diberikan tiap kali murid baru membuat kesalahan—di antara temannya
yang lain. Bayangin aja, hari pertama MOS, Romeo, yang punya tampang mirip Nicholae
Saepisan, pemeran utama film Janji Jono itu, udah nonjok kakak kelasnya yang secara usil
membaca diary-nya. Duh!!!

Lain halnya dengan Rojali dan Roy. Bisa dibilang, hukuman mereka masih batas standar—alias
nggak jauh beda dengan anak baru lainnya. Rojali, anak tuan tanah Betawi yang punya kebon
pete lima hektar ini, disuruh bawa pete kupas dengan berat bersih 7 kilo 5 ons 3 ½ gram.
Dan, Roy yang mukanya mirip Kabayan banget, disuruh bawa dodol plus peuyeum bandung sebanyak lima kilo.

Ketiga cowok ini nggak mau pasrah begitu aja. Di bawah bendera The Refo! mereka melakukan
perlawanan untuk mendapatkan hak yang setara sama senior mereka. Huuuuu…takuttttt!!!

Namun, usaha mereka ternyata nggak segampang yang dibayangkan. Bomberz!, geng anak kelas dua dan tiga yang sok banget, nantangin mereka untuk membuktikan siapa yang paling hebat di antara mereka.

Semua tantangan yang dikasih Bomberz! mereka jabanin dengan berani. Mulai dari ngadu bola,
sampai ngegebet tiga orang cewek senior—Julia, Jiwa dan Jasmine—anggota The J yang terkenal karena kecantikan, kepintaran, dan kejutekannya. Romeo sendiri, diam-diam mulai suka sama Julia gara-gara cewek yang pintar bikin blackforest itu membangkitkan kenangannya akan ibunya yang sudah meninggal. Ck...ck...ck....

Lucu, seru dan menghibur, itu yang bakal kamu dapatkan kalau membaca novel Blackforest
Blossom terbitan GagasMedia ini. Kayaknya penulis buku ini, Endang Rukmana, emang makin
mantap aja dengan genre komedinya. Blackforest Blossom yang juga merupakan salah satu varian terbaru Connelo Royale, nggak terasa nyes di mulut aja. Tapi juga nyes di hati. Hmmm....

Kisah anak remaja yang baru memasuki SMU emang nggak ada abisnya deh. Nah, pada novel ini Endang mencoba untuk berbagi cerita tentang bagaimana sih rasanya ciuman itu. “Jadi,
ceritanya itu tentang tiga remaja yang melepas keperjakaan bibirnya,” kata Endang sambil
tersipu-sipu. Yang jelas, begitu kamu baca novel ini, kamu bakal mendapatkan sensasi
tersendiri.

Sakit 1/2 Jiwa


Penulis: Endang Rukmana
Penerbit: Gagas Media

"MELANGKAHLAH KE BARAT DAN JADILAH LELAKI
BERPALINGLAH KE SELATAN DAN TEMUKAN 1/2 JIWAMU
DAN TEMUKAN CINTAMU!"

Komentar

"Seru, imajinatif, dan kocak!"
- Tora Sudiro (Artis, Komedian Extravaganza)

"Ngebaca novel ini jadi kebayang petualangan Indiana Jones, tapi dengan tokoh utama Jim Carey! Hasilnya, ieu novel teh lucu, seru, jeung BELEGUG!"
- Ronald Surapraja (Artis, Komedian Extravaganza)

"Sebuah novel yang GILA LUCU! LIAR, BEBAS NGAKAK, dan dijamin NGGAK BAKAL BOSEN BUAT DIBOLAK BALIK PAKE JARI. Sedikit nasehat: Jangan mau jadi KORBAN Playboy Cap Kutil!!!!!"
- Dila Ariestiani (Penulis buku "Girl Guide: Semua Tentang Cowok")

Travelers Tale - Belok Kanan: Barcelona


Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Ninit Yunita dkk
Penerbit: Gagas Media

Keempat orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah.


Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undangan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Masing-masing pergi menuju Barcelona meski dengan budget terbatas dari penjuru yang berbeda dengan misi tersendiri. Mencari jawaban untuk pertanyaan masing-masing.

Heart


Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media

Sejak kecil, Rachel dan Farel bersahabat. Rachel, cewek tomboy yang sedikit usil diam-diam menaruh cinta pada Farel. Sayangnya perasaan itu tidak pernah ia ungkapkan langsung pada Farel. Rachel menyimpannya rapat-rapat di dalam hatinya.

Sedangkan Farel, ia hanya menganggap Rachel sebagai teman berbagi suka dan duka. Teman yang bisa membuat merasakan banyak hal. Senang dan sedih dalam bersamaan. Teman yang bisa memahami keinginannya.

Begitu pun ketika Farel jatuh cinta pada Luna, Cewek yang lama hidupnya ditentukan oleh penyakit sirosis dan hanya bisa ditolong melalui pendonoran hati.

Rachel pun cepat bertindak. Ia tidak ingin melihat Farel, cowok yang dicintainya bersedih ditinggal Luna. Apa yang akan dilakukan Rachel untuk Farel dan Luna? Benarkah cinta itu senang melihat orang yang dicintai bahagia?

Mendadak Dangdut


Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media


"Selamat datang dangdut maniaaaa..."
"Wittttuwiwwww..."
"Dangdut mania se-Kali Deres. Bahagia sekali hari ini kami orgen tunggal Senandung Citayam hadir di sini untuk menghibur anda semuanyaaa..."

Rizal sudah ada di atas panggung. Sementara saya berada di balik panggung, sedang membedaki Petris. Kali ini, saya membedaki dia 5 kali lebih tebal dari biasa. Hal ini membuat Petris lebih terlihat seperti pemain wayang orang daripada penyanyi dangdut.
Iya! Saya masih kesal melihat acara flirtingnya Rizal pada Petris.

"Uhukkk..., uhuuuuk..." Petris terbatuk karena bedak yang saya taburkan over dosis.
"Sekarang balik badan! Ikatan pita baju kamu belum dikencengin."
Petris berbalik. Saya mengencangkan pita dengan sekuat tenaga karena selain kesal gara-gara Rizal, saya juga kesal karena selama ini Petris sering memperlakukan saya seperti babu.
"ADUUUUOH! Kak! Lo sengaja ya?" Petris kesakitan.
Saya membalikan badan Petris dengan paksa. "Sengaja? Ngga tuh."
"Uhuhuukk..., uhuuuuk..."


Dari panggung, terdengar Rizal masih bernarasi.

"Saya panggilkan, fenomena alam dangdut terdahsyat saat ini. Tidak lain dan tidak bukan dan tidak salah lagi... IIS MADUMA!"
"IIS! IIS! IIS!"
"Horeee... Iis Maduma..., aku padam
uuu..."

Mendengar nama panggung Petris dipanggil, saya langsung mendorongnya. "Tuh, sana manggung!"
"Aduh!"


Petris menoleh dengan ekspresi kesal dengan sikap saya. Saya pura-pura tidak peduli. Salah dia sendiri sering memperlakukan saya seperti babu daripada seorang manajer.
Saya langsung mengalihkan pandangan. Penonton cukup banyak yang menunggu aksi panggung Petris. Sebagian dari mereka malah ada yang membuat spanduk sederhana yang terbuat dari karton manila.

IIS MADUMA! ENGKAU IDOLAKU. ENGKAU INSPIRASIKU.
IIS MADUMA IS THE BEST!
IIS MADUMA... MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!
I LOVE IIS MADUMA.

"Selamat sore penonton Kali Deres. Apa kabaaaaaaar?"
Penonton riuh menyambut Petris menyanyi di atas panggung.
"Oke, sebagai lagu pembuka pertemuan kita kali ini, gue mau nyanyi lagu baru yang diciptakan oleh Rizal Saleh Alkatiri. Judulnya... 'Nasib Pembantu'... ayo yang di pojok sana, ikut gue goyang yaa!"

Rizal mulai menekan tuts organ sambil sesekali kepalanya bergoyang ke kanan dan ke kiri.


"Kata orang di atas bumi
Kita semua sama
Kata orang di mata Tuhan
Tidak ada miskin dan kaya
Katanya... aaa...
Katanya

Kalau memang benar begitu
Kenapa nasibku jadi babu
Kerja apapun ku tak malu
Tapi hidup kok ngga maju-maju
Celana... aaa...
Cuma punya satu

Meski banyak padi di sawah
Hatiku selalu resah
Meski tlah ganti pemerintah
Hidupku selalu susah


Oh nasib
Pembantu
Selalu
Di suruh-suruh


Tiga ratus lima puluh tahun lamanya
Bangsa kita dijajah oleh bangsa asing
Tapi kenapa sekarang penjajahan itu
Masih terus berlangsung
Hanya saja bangsa sendiri
Menjajah bangsa sendiri."

Hah?
Ngga salah nih lagu?
Gila, mendengar lagu ini kok saya serasa mendengar soundtrack hidup saya sendiri?

Wait!
Lagu ini kan pasti ciptaan Rizal.
Jangan-jangan dia terinspirasi dari perlakuan Petris terhadap saya!

Ah!

Tidak terasa mata saya berkaca-kaca karena begitu menjiwai lirik lagunya.

Yah, saya..., Yulia Pontoh. Kakak sekaligus manajer Petris yang lebih sering dianggap sebagai babu.

Chocoluv


Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media

Nama saya Rere. Lengkapnya, Renia Siregar. Saya adalah perempuan berumur 19 tahun, penggemar sepatu berat—kronis, malah, memiliki sifat peragu, dan seperempat gila.

Saya punya pacar yang setia bernama Aldiansyah. Yah, sejauh ini hari-hari saya baik-baik saja, sampai saya bertemu mantan slash racun masa lalu, Bambang. Dan oh ya, supaya hidup saya tambah buruk lagi, tolong tambahkan juga pacarnya yang artis itu, Sarah (si pencuri stiletto... ah, nanti bakalan tahu kok kenapa dia saya sebut begitu).

Tapi sudahlah. Memikirkan dua makhluk itu (Bambang dan si pencuri stiletto yang-tak-sudi-saya-sebut-namanya) menambah sakit kepala saya. Fokus, Rere, perintah saya dalam hati. Lebih baik kamu memikirkan kado buat Aldi. Tapi... nggg... saya masih kepengen berburu sepatu dulu. Sale lho! Bagi penggila sepatu slash titisan Imelda Marcos seperti saya, sale itu ibaratnya titah Tuhan yang tidak boleh diacuhkan. Aduh, harus ngapain dulu ya?

Beli kado....
Belanja sepatu....
Beli kado....
Belanja sepatu....
Beli kado....
Belanja sepatu....
Beli kado....
Belanja sepatu....


Komentar
“Sebuah cerita tentang kesempatan kedua, dengan karakter utama yang gila dan sangat perempuan. Very entertaining!!”
(Adhitya Mulya - Novelist & Script Writer)

“Pilih mana? Sepatu, Cinta, atau Chocoluv? Buat seorang Rere — tokoh buku ini, pilihan adalah hal yang sulit, terutama jika semuanya jadi favorit. Bisa jadi untuk pembaca, juga demikian. Hidup penuh pilihan. Namun yang pasti, berkeputusan membaca buku ini adalah pilihan saya yang tepat. Tahu kenapa? Kalau tidak baca buku ini, rugi besar! Ninit menyajikan novel yang manis di setiap lembarnya, bak menikmati ice cream di setiap jilatannya! Habis dibaca, rasanya pun masih melekat. What a delicious book!"
(Fira Basuki - Penulis/ Chief Editor Cosmopolitan)

Kok Putusin Gue?


Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media

"Dari mulai tips mengatasi patah hati, strategi 'the art of war', kuliahan tentang kromosom, lirik lagu cinta, sampai resep bikin tiramisu...semua ada di sini. Totally cute! An absolute girlpower-kind-of-book!"
(Sarah Sechan - Selebriti)


"Begitu baca sedikit... terus ga bisa berentiii... he he... giling...kocak...
pas buat yang lagi patah hati, pernah patah hati, siap-siap mau patah hati atau belum pernah patah hati tapi sedang mencari referensi karena mau dicurhatin temen yang lagi patah hati. A MUST READ!"
(Olga Lidya - Model & Presenter)

"Ni buku daftar isinya aja menarik banget. 'Kok Putusin Gue?' seperti film spionase. Ada tips supaya sang lakon tetep tegar dan selalu dihiasi theme song. Wah lengkap but simpel, Sukses terus ya, Nit."
(Udjo - Project Pop)

"Banyak pembaca wanita yang akan dapat merelasikan diri mereka ke dalam tokoh-tokoh dalam cerita Ninit. Dengan penceritaan yang ringan dan berbasis dialog, buku ini pun bisa jadi teman yang asyik di waktu luang."
(Isman H. Suryawan - Penulis 'Bertanya atau Mati!')

"Bukunya Ninit berhasil mengembalikan kepercayaan gue terhadap hubungan wanita dan pria yang ideal. Disaat kita kehilangan pegangan bahwa wanita adalah pendamping sejati pria yang setia, baik hati, pemaaf dan penuh kasih sayang, saat itu juga kita akan di yakinkan bahwa sedetik setelah kamu memutuskan cewek kamu, maka dia akan siap-siap mengempeskan mobil kamu, membuntuti kamu dan memeriksa email pribadi kamu. Siapa sih yang bisa tahan hidup tanpa wanita. :p"
(Enda Nasution - 'Shortlist Hottest Creative Person' se Asia, tahun 2002 & 2003)

Test Pack


Penulis: Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya.
Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalu dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.
Will you still love them, then?
That's why you need commitment.
Don't love someone because of what/how/who they are.
From now on, start loving someone, because you want to.

Dengan bahasa mengalir dan sudut pandang cerita yang inovatif, Ninit berkisah tentang Test Pack. Test Pack yang menjadi anak kunci untuk memasuki ruang-ruang kehidupan sepasang suami-istri dengan berbagai sekat dan lorong-lorongnya. Di mana di ruang-ruang yang penuh sekat dan lorong itu, kerap sepasang suami istri tersesat, bertabrakan, menemukan jalan buntu, menyadari indahnya cinta, atau bahkan terpisah untuk selamanya.
Ada tawa, ada tangis, ada sepi, dan ada juga keputusasaan.
Semua jalin menjalin menjadi sebuah cerita tentang hal paling mendasar dalam drama kehidupan manusia: reproduksi.

Komentar
"This is a positive novel!!! Dari segi makna, dari segi perempuan. Ninit is definitely positive!"
Fira Basuki (Penulis)

"Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini."
Hagi Hagoromo (Editor In Chief Trax Magazine)

"Ninit berhasil membawa pembaca kepada nilai moral bahwa cinta bisa diprioritaskan di atas segala hal lainnya."
Sarlito W. Sarwono (Psikolog)

"Novel ini bikin gue ketawa, mikir & nangis."
Alaya (Blogger, bookworm, movie freak & backpacker)

"Novel ini, in a strange funny way, full of hopes. Ninit adalah pencerita yang melenakan."
Salman Aristo (Jurnalis & Penulis Skenario)

"Psikologis tokoh yang dibangun sangat kena, sangat terasa. Plus..(this is my fav. part) ada moral of the story-nya."
Ratih Kumala (Penulis)

Kamar Cewek (Cowok Boleh Ngintip)


Penulis: Ninit Yunita & Okke 'Sepatu Merah'
Penerbit: Gagas Media

Adalah tentang Safina (yang so single dan ngebet nikah), Lona (yang sering gonta-ganti pasangan), Tiara (yang masih berharap pada mantan pacar yang akan segera menikah) dan Ratu (yang bermasalah dengan 'calon' mertua).

Mereka berempat menjalin persahabatan saat memasuki perguruan tinggi di Bandung. Sekarang mereka semua tinggal dan bekerja di Jakarta. Persahabatan itu masih terus terjaga hingga sekarang. Setiap hari Minggu, mereka masih berkumpul. Apalagi yang bukan khas cewek. Obrolan tentang laki-laki dengan segala sudutnya. Hobi berbelanja dan ngopi.

Cerita ini hanya fiksi. Cerita ini tidak hanya untuk para perempuan. Cerita yang ada layaknya seperti sebuah kamar. Kamar Cewek, cowok boleh ngintip.

Radikus Makankakus Bukan Binatang Biasa


Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media

... Beberapa menit kemudian kelas dimulai. Kayaknya ngajar kelas 1 SMP bakalan jadi living hell. Baru masuk aja udah berisik banget. ‘Selamat siang, saya Dika,’ gue bilang ke kelas 1 SMP yang baru gue ajar ini. ‘Saya guru untuk pelajaran ini.’ ‘Siang, Pak!’ kata anak cewek yang duduk di depan. ‘Jangan Pak. Kakak aja,’ kata gue sok imut. Gue lalu mengambil absensi dan menyebutkan nama mereka satu per satu. ‘Sukro,’ gue manggil. ‘Iya, Kak.’ Sukro menyahut. ‘Kamu kacang apa manusia?’ ‘Hah? Maksudnya?’ ‘Engga, abis namanya Sukro, kayak jenis kacang,’ kata gue, kalem. ‘Oke, kacang apa manusia?’ ‘Ma-manusia, Kak.’ ‘KURANG KERAS!’ Gue menyemangatinya. ‘MANUSIA, KAK!’ Satu kelas hening.

RADIKUS MAKANKAKUS: Bukan Binatang Biasa adalah buku ketiga Raditya Dika (setelah Kambingjantan dan Cinta Brontosaurus), berisi pengalaman-pengalaman pribadi Raditya Dika sendiri yang bego, tolol, dan cenderung ajaib. Simak kisah Raditya Dika jadi badut Monas sehari, ngajar bimbingan belajar, dikira hantu penunggu WC, sampai kena kutuk orang NTB. Penulis Indonesia, tidak pernah segoblok ini.

Siapa pun bisa murka kalau buku diary nya dibaca orang. Apalagi jika isinya tentang hal yang hina-dina. Memalukan, tolol, bego, pokoknya aib yang bisa bikin orang geli, segeli-gelinya.

Tapi bakalan beda jadinya, kalau semua keburukan yang tersimpan rapat pada diary yang menjadi rahasia kehidupan seseorang dibukukan. Semua kehinaanpun menjadi milik publik dan menghibur semua publik yang menyukainya.

Hanya orang tolol seperti Raditya Dika yang mau membagi diary ketololannya dengan menceritakan pada dunia, bahwa dirinya pernah melakukan penelitian ilmiah tentang Badut. Raditya melakukan karya ilmiah anehnya dengan memberi judul Monitoring Altruisme Banality On Clowns Doing Unprecidented Responsive Environment atau disingkat dengan MABOC DUREN. Kebuktikan cuma orang ajaib aja yang bisa kepikiran untuk melakukan penelitian yang tidak berbobot semacam itu. Apalagi ada gaya kayang yang kudu dipraktektikan saat mengenakan kostum badut. Aneh!!!!!!!!!

Mau bukti memalukan yang Raditya lakukan lainnya? Masuk toilet perempuan!! Cuma cowok yang kegatelan dan selebor yang berdiam diri di stall toilet perempuan. Sebenernya Raditya termasuk yang mana? Yang kegatelan atau yang selebornya?

Masih ada kenistaan lainnya, Raditya merasa bangga menjadi tabib cabul. Pada diarynya dijelaskan bahwa jabatannya sebagai tabib semata-mata untuk menjalankan tanggung jawabnya atas rubrik Bukune. Tugasnya hanya menjawab semua pengaduan dan curhatan orang yang notabenenya orang-orang aneh semua.

Ya kalau bukan orang aneh, gak mungkinlah mereka curhat sesuatu yang aneh pula, nggak penting lagi pertanyaannya. Apalagi curhatnya sama Raditya Dika. Dijamin semua jalan keluar yang disampaikannya hanya bisa bikin kamu tertawa sampai mengeluarkan air mata, karena curhatan itu tak ditemukan jalan keluarnya.

Masih banyak lagi hal aneh, memalukan, menggelikan dan hal-hal lainnya yang nggak bisa dibanggakan di buku Radikus Makankakus Bukan Bintang Biasa karya Raditya Dika yang diterbitkan GagasMedia.

TIDAK DIANJURKAN UNTUK IBU HAMIL!
Mungkin karena yang disampaikan adalah hal-hal tolol, maka buku ini menjadi salah satu buku yang direkomendasikan untuk menghibur siapa pun yang ingin tertawa. Tapi, tolong!!! Please!! Jangan ijinkan ibu hamil untuk membacanya! Nggak bagus untuk perkembangan janin!

Cinta Brontosaurus


Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media

...Ada satu adegan yang mana gue harus berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga. Dengan menyeimbangkan emosi dengan karakter. Dengan masuk ke dalam jiwa sang tokoh. Dengan total. Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh! Setelah selesai shooting, gue tanya ke Mister, salah satu temen yang ada di lokasi syuting. ‘Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?’ gue nanya dengan pede. ‘Kayak babi lepas,’ dia jawab santai. Cinta Brontosaurus adalah kumpulan cerita pendek pengalaman pribadi Raditya Dika, pengarang buku KambingJantan yang bego, tolol, tetapi tetap kontemplatif. 13 kisah di dalamnya adalah pengalaman nyata.

Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh


Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagas Media

Adalah kumpulan cerita-cerita sehari-hari yang konyol dan unik dari kehidupan Raditya Dika (Radit), mahasiswa hasil peranakan orang Batak dengan mesin jahit. Format yang ditampilkan adalah format diary, karena buku ini adalah kumpulan dari diary Radit yang diterbitkan di internet (blog). Semua kisah lucu du dalamnya merupakan kisah nyata dari tahun 2002-2004. Berikut satu diantara sekian banyak cerita konyol Radit.

.... Esok paginya, ternyata jerawat gw makin banyak!!!! Tidakkkk... Rupanya ada yang infeksi gitu soalnya si tukang salon salah ngasih obat.... Ya elah...nyokap gw langsung panik... mulai saat itu dia tiap malem bersihin muka gw pake lotion ama toner pembersih... Ajaibnya, setiap kali dibersihin ama dia, paginya pasti jerawat gw berkurang banyak sekali!!!! Selidik punya selidik, gw bertanya pada sang mama...

Gw: Ma, kok jerawatnya ilangnya banyak banget sih? Lotionnya bagus yah?
Nyokap: Wahhh...rahasianya bukan di krim ayo tonernya, Kung...
Gw: Trus?
Nyokap: Rahasianya tuh pada kain yang mama pake buat bersihin muka kamu!

Pas gw ngeliatin tuh kain...ternyata bentuknya segitiga...ternyata ada karetnya di bagian atas...ternyata...itu adalah kolor bokap gw!!!!!
TIIIDAAAAAKKK....jadi selama ini nyokap gw menjamah dan mengusap muka gw pake kolor bokap... Huhuhuu...nasib...tapi manjur lho!
Pesan moral: ternyata selain buat topi, kolor punya kegunaan lain yang menakjubkan
!