Minggu, 23 Desember 2007

Kejar Jakarta


Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media

Lama kemudian, sopir akhirnya menyadari bahwa

tidak ada gunanya menipu Ujang karena hanya

akan membuat dirinya ingin menindih Ujang

dengan Objek berat. Dia menghentikan taksi

dan mempersilahkan ujang keluar tepat di

depan gedung besar.

Kamu jalan kesana?, ujarnya menunjuk gang

kecil. ?entar kamu tanya aja sama orang di

sana.

Oh?., Ujang mengeluarkan dompetnya dan

menyerahkan uang 50 ribu rupiah.

Wah masih kurang, Dek!

Wah, mahal ya, Pak. Saratus rebu. Ujang mah

gak punya duit segitu banyak?.

? Mata sang sopir terpejam dan bertanya salah

apa dia hari ini. Seharusnya dia tahu lebih

baik untuk tidak memilih korban yang terlalu

bodoh.

Ini ajah saya tambahin singkong, yah? kata

Ujang polos.

ARRGGGHHGHGHHHH!!!!

Tidak ada komentar: