
Penulis: Fira Basuki
Penerbit: Grasindo
Novel keempat Fira Basuki ini tidak berhubungan sama sekali dengan novel-novel sebelumnya, trilogy Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap. Tapi, salah seorang karakter dari trilogi itu muncul sebagai cameo, berdialog dengan Mario, salah seorang tokoh Biru.
Ada tujuh tokoh utama, 4 perempuan dan 3 laki-laki. Empat perempuan adalah: Anna (ibu rumah tangga), Candy (model), Kira (perempuan simpanan), dan Lindih (sekretaris). Sedangkan tiga pria: Aris (pengusaha/ pemilik yayasan), Pura (supir taksi/musikus), dan Mario (pengusaha/ aktifis lingkungan).
Suatu hari, masing-masing mendapat sebuah undangan reuni SMA berwarna dan bertema biru. Dalam 90 hari ke depan, hidup masing-masing karakter utama itu mendadak berubah. Ada yang menjadi lebih baik, ada yang mungkin tidak, dan ada yang benar-benar berubah di luar dugaannya. Ada yang menemukan masa silam, mencapi impiannya atau harapannya, dan ada yang tak terduga.
Mengapa undangan bertema biru? Mengapa mesti biru? Ini ada kaitannya dengan salah seorang karakter, walaupun akhirnya masing-masing karakter secara sadar dan tidak sadar terkait dengan ‘biru’ itu sendiri.
Agak-agak misteri, novel ini juga penuh percintaan dan segala masalah hubungan antar manusia.
Malam Biru
lanskap langit
mencurahkan biru
ke januari matamu
binar bulan
mencurahkan waktu
ke biru langit matamu
marak malam
mencurahkan aku
ke cakrawala matamu
(Joko Pinurbo, 2003)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar